Pulukan, 2 April 2026 – Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Desa Pulukan resmi dibuka oleh Perbekel Pulukan, I Wayan Armawa, bertempat di Gedung PAUD Desa Pulukan. Dalam sambutannya, Perbekel menyampaikan harapan besar agar para kader kesehatan semakin terampil dalam memantau tumbuh kembang balita, mampu melakukan deteksi dini kasus stunting dan gizi kurang, serta aktif menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu Era Baru. “Kader adalah ujung tombak kesehatan desa. Saya berharap setelah pelatihan ini, kader bisa mengisi KMS dengan benar, memberi edukasi ke ibu-ibu, dan tidak ragu melakukan kunjungan rumah bagi balita yang tidak datang ke Posyandu,” ujar I Wayan Armawa.
Dalam sesi pelatihan, kader diberikan simulasi kasus balita bernama Ayu yang lahir dengan berat 2,4 kg, lalu pada usia 1 bulan mencapai 3,5 kg, namun kemudian beberapa bulan tidak ditimbang karena ibunya malas datang ke Posyandu setelah dibilang anaknya kurang gizi. Pada usia 6 bulan Ayu memiliki berat 7,2 kg, tetapi saat demam di usia 7 bulan beratnya turun menjadi 7 kg, lalu di usia 8 bulan karena diare beratnya kembali turun ke 6,8 kg. Dari kasus ini, kader dilatih mengisi grafik KMS dengan benar, membaca pita warna (hijau = gizi baik, kuning = risiko gizi kurang, merah = gizi buruk), serta memberikan edukasi tindak lanjut seperti pentingnya penimbangan rutin, pemberian MPASI tepat waktu mulai usia 6 bulan, dan segera membawa anak ke puskesmas jika berat badan tidak naik dalam dua bulan berturut-turut. Kader juga diingatkan bahwa pencatatan akurat mempermudah perhitungan SKDN (S = jumlah balita ditimbang, K = jumlah balita naik berat badan, D = jumlah balita dengan kenaikan sesuai standar, N = jumlah balita mendapat pelayanan gizi) di setiap akhir kegiatan Posyandu.
Materi kedua bersumber dari presentasi "3 Langkah Pelaksanaan 6 SPM di Posyandu". Enam bidang layanan SPM Posyandu Era Baru meliputi pendidikan, kesehatan (ibu hamil, balita, remaja, lansia, imunisasi, PHBS), pekerjaan umum (air bersih, sanitasi, MCK), perumahan rakyat (rehab RTLH), ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial (perlindungan warga kurang mampu). Tiga langkah pelaksanaannya: pertama, pada hari buka Posyandu, kader melayani 5 meja standar (pendaftaran, penimbangan, pencatatan, pelayanan kesehatan, penyuluhan) dengan sasaran balita, ibu hamil, ibu menyusui, remaja, dan lansia. Kedua, kader melakukan rekapitulasi hasil kegiatan lalu melaporkannya ke pemerintah desa dan puskesmas pembantu. Ketiga, kader bersama tenaga kesehatan melakukan kunjungan rumah kepada sasaran yang tidak hadir.
Perbekel Pulukan, I Wayan Armawa, menutup arahannya dengan mengajak seluruh warga desa untuk aktif datang ke Posyandu setiap bulan. “Mari kita dukung para kader yang sudah bekerja keras. Balita yang sehat adalah investasi masa depan Desa Pulukan,” pungkasnya.